Tuesday, September 30, 2014

Rumah Amityville Horror, yang tidak horror lagi





Pernah menonton film  jadul mengenai Amityville yang becerita rumah angker akhir tahun 70-an dimana satu keluarga melarikan diri dengan baju yang ada di badan karena tidak tahan atas gangguan  mahluk halus di rumah itu?

Cerita seram mengenai rumah tersebut sempat menggemparkan AS dan dijadikan buku dan film dengan judul “Amityville Horror” yang meledak sukses.

Ya, kesitulah kami pada akhir bulan September 2014 sekeluarga didasari  sekedar rasa penasaran  mencari tahu di mana sih tempat yang begitu terkenal sewaktu saya kecil.

Ametyville adalah sebuah desa di Negara Bagian New York yang ditempuh sekitar satu setengah jam dari Manhattan. Kami mengendarai mobil ke desa tersebut. Pemandangan jalan menuju desa ini sangat indah. Begitulah, jika kita keluar dari  kota New York, maka kita seperti berada di dunia lain dibanding kota New York yang bising, semrawut dan berisi belantara gedung beton.

Amityville adalah desa yang indah dan tenang yang dihuni kelas menengah. Karena dekat pantai, di belakang rumah di desa ini memiliki parkir kapal (boat house). Mungkin padanannya di Jakarta adalah rumah-rumah di Pantai Indah Mutiara.

Ternyata meski sudah jelas di internet, ternyata tidak mudah mencari rumah yang dicari. Tidak saja bangunan yang hampir sama, nomor rumah angker di 112 Ocean Avenue nampaknya sudah berubah. Karena merasa tersasar, akhirnya kita memutuskan bertanya pada pemancing di tepi dermaga untuk menunjukkan dimana rumah yang kami maksud.  Sambil tersenyum dia menjawab bahwa kita sudah kelewatan beberapa ratus meter. 

Ternyata sesampai di depan rumah dimaksud, ternyata bukan kita saja yang datang, tetapi juga 3 orang  pengunjung lain. Kita hanya melihat  lihat dari luar pagar rumah, sebagian menunggu dari mobil karena hujan rintik-rintik. Tetapi pengunjung lain tersebut mencoba masuk ke pekarangan yang  memang tidak diberi pagar, namun diberi tanda “No Tresspassing/Dilarang Masuk” yang membuat  pemilik rumah dengan muka masam. 

Yang membuat kami tertawa adalah, ketika pemilik rumah muncul mendekati mereka, pemilik rumah ditanya oleh salah seorang pengunjung “Are you real?’, yang membuat pemilik rumah semakin geram dan mengancam akan menelpon polisi. Nampaknya keangkeran rumah begitu merasuk bagi mereka sehingga pemilik rumah sampai ditanya apa kamu orang sungguhan.

Rumah Ametiville Horor jauh dari kesan angker. Rumah tersebut sekarang sudah bercat putih dengan arsitektur gaya kolonial Belanda yang indah.  Lho kok arsitektur Belanda bukannya AS jajahan Inggris? Iya, jangan lupa New York itu dulu adalah jajahan Belanda sebelum ditukar dengan pulau Banda.  Dan namanya sebelum New York adalah Nieuw Amsterdam.

  Tanpa disadari,  gerimis makin besar maka kami segera memutuskan untuk kembali ke kota New York sore itu.

 Selamat tinggal rumah Amityville-- yang tidak angker lagi.


No comments:

Post a Comment